Kemenag Republik Indonesia Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Pilar Ekonomi Umat
![]() |
| Kick off Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf oleh Kemenag RI. (Istimewa) |
hmpmazawa.or.id, Cirebon – Kementerian Agama (Kemenag) mulai memperkuat peran zakat dan wakaf sebagai pilar ekonomi umat melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat dan wakaf yang digelar di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Program ini menjadi bagian dari upaya nasional mendorong transformasi tata kelola zakat dan wakaf agar tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi produktif di tingkat akar rumput.
Program Nasional Penguatan Ekonomi Berbasis Zakat dan Wakaf
Kegiatan bertajuk Kick Off Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf ini diinisiasi oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa), Ditjen Bimas Islam Kemenag.
Kabupaten Cirebon dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan karena memiliki potensi wakaf yang besar, dengan total 1.812 bidang tanah wakaf seluas lebih dari 1,6 juta meter persegi, serta tambahan 29 bidang baru yang tercatat pada tahun 2025.
Prof. Waryono: Zakat dan Wakaf Harus Produktif
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Waryono Abdul Ghafur menegaskan bahwa penguatan ekonomi umat menjadi prioritas Kemenag dalam menjalankan Asta Protas atau delapan program strategis kementerian.
“Kami ingin menjadikan zakat dan wakaf bukan hanya alat ibadah sosial, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan umat,” ujar Waryono Abdul Ghafur.
Menurutnya, zakat dan wakaf memiliki potensi besar untuk dikelola secara produktif dan terukur jika dikombinasikan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Lima Program Utama Pemberdayaan
Saat ini, Kemenag melalui Ditzawa tengah menjalankan lima program utama di berbagai daerah:
-
Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA di 122 lokasi dengan nilai Rp 1,41 miliar.
-
Kampung Zakat di 37 lokasi dengan total Rp 848 juta.
-
Inkubasi Wakaf Produktif di 30 titik senilai Rp 234 juta.
-
Kota Wakaf di 10 lokasi dengan alokasi Rp 120 juta.
-
Beasiswa Zakat Indonesia bagi 153 mahasiswa di 21 perguruan tinggi senilai Rp 16,85 miliar.
Waryono berharap Cirebon dapat menjadi model pemberdayaan zakat dan wakaf berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain.
Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keagamaan
Peluncuran program di Cirebon juga ditandai dengan penyerahan simbolis bantuan dan kemitraan antara Kemenag, lembaga keagamaan, dan sektor perbankan syariah. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat dan wakaf menuju ekosistem ekonomi umat yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui langkah ini, Kemenag menegaskan komitmennya menjadikan zakat dan wakaf sebagai instrumen nyata pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan umat di Indonesia.


No comments for "Kemenag Republik Indonesia Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Pilar Ekonomi Umat"
Post a Comment
Gunakan bahasa serta tanda baca yang baik dan benar. Dilarang spam di kolom komentar, dan menaruh link aktif yang tidak sesuai dengan artikel dalam website ini!